Festival Fulan Fehan Jadi Magnet Dunia, Belu Perkuat Persaudaraan Indonesia, Timor Leste dan Australia

AKURAT.CO – Festival Fulan Fehan kembali menempatkan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai panggung diplomasi budaya di kawasan perbatasan. Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, festival budaya terbesar di daratan Timor itu tidak hanya mempererat persaudaraan Indonesia dan Timor Leste, tetapi juga membuka ruang kerja sama dengan Australia melalui Kota Darwin.
Festival yang digelar di Lapangan Umum Atambua, 26 Juni 2026, dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Ia didampingi Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dan Bupati Belu Wilibrodus Lay (Willy Lay), serta dihadiri Wali Kota Darwin Peter Styles dan perwakilan Pemerintah Timor Leste.
Bupati Belu Wilibrodus Lay mengatakan Festival Fulan Fehan telah menjadi agenda budaya tahunan yang bertujuan memperkuat hubungan masyarakat lintas batas melalui kebudayaan.
"Kita menjaga batas tanpa batas persaudaraan. Kita membangun kebudayaan dengan persaudaraan dan membangun kemitraan melalui kerja sama," katanya.
Menurut Willy Lay, Atambua memiliki sejarah panjang dalam hubungan Indonesia dan Australia.
Sebelum Indonesia merdeka, Atambua pernah menjadi salah satu titik persinggahan penerbangan internasional menuju Darwin. Kehadiran Wali Kota Darwin dalam festival ini dinilai memperkuat ikatan sejarah sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang pariwisata, budaya, dan ekonomi.
Ia berharap Festival Fulan Fehan terus berkembang sebagai agenda tahunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengukuhkan Belu sebagai destinasi wisata budaya unggulan di kawasan perbatasan.
Sementara itu, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Belu yang konsisten menjadikan Festival Fulan Fehan sebagai agenda budaya tahunan.
Menurutnya, festival tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi ruang diplomasi budaya antara Indonesia dan Timor Leste, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.
"Festival ini bukan hanya menyatukan Belu, TTU, dan Malaka, tetapi juga menyatukan dua negara. Kita memang berbeda secara administrasi pemerintahan, tetapi memiliki banyak kesamaan budaya, lagu, tarian, dan tenun. Budaya menjadi perekat hubungan persaudaraan kedua negara," ujarnya.
Melki berharap Festival Fulan Fehan terus berkembang menjadi agenda budaya bertaraf internasional yang mampu mempererat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah di wilayah perbatasan bersama Kota Kupang untuk memperluas kerja sama budaya hingga Australia melalui Kota Darwin.
"Saya berharap kabupaten-kabupaten perbatasan bersama Kota Kupang dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dengan Australia, khususnya melalui Darwin," katanya.
Dalam kesempatan itu, Melki memaparkan dampak positif penyelenggaraan berbagai festival budaya di NTT terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Ia menyebut kunjungan wisatawan ke NTT sepanjang tahun sebelumnya meningkat hingga 146 persen dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa sektor budaya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Saya percaya event-event budaya seperti Festival Fulan Fehan akan terus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di Belu dan kawasan perbatasan, sekaligus meningkatkan ekonomi kedua negara," ujarnya.
Melki juga berharap kehadiran Mendagri Muhammad Tito Karnavian dapat mendorong perhatian lebih besar dari pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan perbatasan, termasuk melalui dukungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan kementerian terkait.
Usai mengikuti parade tenun, Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Melki Laka Lena dan rombongan meninjau stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM lokal sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan masyarakat Belu kepada para tamu dari dalam dan luar negeri.
Turut hadir dalam pembukaan Festival Fulan Fehan Ketua Umum TP PKK Tri Suswati Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Wali Kota Darwin Peter Styles, perwakilan Pemerintah Timor Leste, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, unsur Forkopimda Belu, serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Minggu Kasih di Gereja GBKP Runggun Liliba, Dirlantas Polda NTT Perkuat Kedekatan dengan Jemaat
- 2HUT ke-75 Humas Polri: “Polisi Bersama Masyarakat, Humas Menjaga Reputasi Polri”, Bidhumas Polda NTT Salurkan Bantuan Sosial
- 3Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
- 4HUT ke-75 Humas Polri: “Polisi Bersama Masyarakat, Humas Menjaga Reputasi Polri”, Bidhumas Polda NTT Salurkan Bantuan Sosial
- 5Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian



