NTT

Frekuensi Penerbangan di NTT Turun, Pelayaran Meningkat

L Ng Mbuhang | 4 Agustus 2026, 08:18 WIB
Frekuensi Penerbangan di NTT Turun, Pelayaran Meningkat
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale

AKURAT.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat frekuensi penerbangan di wilayah tersebut menurun, sementara aktivitas pelayaran justru meningkat pada Juni 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers secara daring pada Senin (3/8/2026) mengatakan, jumlah penerbangan pada Juni 2026 tercatat sebanyak 3.206 penerbangan, terdiri atas 1.600 penerbangan berangkat dan 1.606 penerbangan datang. Angka tersebut turun 1,81 persen dibandingkan Mei 2026.

Meski frekuensi penerbangan menurun, jumlah penumpang angkutan udara justru meningkat 9,11 persen secara bulanan menjadi 252.908 orang. Secara tahunan, frekuensi penerbangan juga masih tumbuh 2,59 persen dibandingkan Juni 2025.

Menurut Matamira, kondisi tersebut menunjukkan permintaan perjalanan udara di NTT tetap meningkat meskipun jumlah penerbangan berkurang.

Lalu lintas penerbangan di NTT masih didominasi Bandara El Tari Kupang dengan kontribusi 35,00 persen terhadap total penerbangan. Posisi kedua ditempati Bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dengan pangsa 30,97 persen.

Dominasi kedua bandara tersebut mencerminkan peran Kupang sebagai pusat konektivitas wilayah, sementara Labuan Bajo tetap menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional.

Di sektor transportasi laut, jumlah pelayaran pada Juni 2026 mencapai 8.245 pelayaran atau meningkat 10,63 persen dibandingkan Mei 2026. Secara tahunan, jumlah pelayaran juga naik 14,96 persen dibandingkan Juni 2025.

Namun, peningkatan aktivitas pelayaran belum diikuti pertumbuhan jumlah penumpang. BPS mencatat jumlah penumpang angkutan laut pada Juni 2026 sebanyak 435.964 orang atau turun 15,76 persen dibandingkan Mei 2026. Meski demikian, secara tahunan jumlah penumpang masih meningkat 4,98 persen dibandingkan Juni 2025.

Dari total penumpang angkutan laut tersebut, sebanyak 220.280 orang merupakan penumpang naik dan 215.684 orang merupakan penumpang turun.

"Data ini menunjukkan mobilitas masyarakat NTT masih relatif kuat, terutama melalui transportasi udara yang mencatat pertumbuhan jumlah penumpang meski frekuensi penerbangan mengalami penurunan. Sementara itu, sektor transportasi laut memperlihatkan peningkatan aktivitas pelayaran, meskipun pergerakan penumpangnya mengalami koreksi secara bulanan," kata Matamira.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
L Ng Mbuhang
L