NTT

BI Perwakilan NTT: Peningkatan Indeks Inklusi Keuangan Belum Sebanding Indeks Literasi Keuangan

L Ng Mbuhang | 3 September 2026, 16:42 WIB
BI Perwakilan NTT: Peningkatan Indeks Inklusi Keuangan Belum Sebanding Indeks Literasi Keuangan
Kegiatan LIKE Bank Indonesia di Kupang, Kamis (3/9).

AKURAT.CO - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ari Setyo Wibowo mengatakan saat ini akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin luas. Namun, peningkatan Inklusi keuangan nasional belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan mengelola produk keuangan secara bijak.

BI mencatat Indeks Inklusi keuangan nasional meningkat dari 75,02 persen menjadi 80,51 persen. Di lain sisi Indeks literasi keuangan hanya naik dari 65,43 persen menjadi 66,46 persen.

Indeks Inklusi keuangan merupakan ukuran seberapa mudah masyarakat bisa mengakses dan memakai layanan lembaga keuangan resmi, sementara Indeks Literasi keuangan adalah

ukuran tingkat pemahaman, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan dan memilih produk atau layanan jasa keuangan yang tepat.

Ari Setyo Wibowo mengatakan kondisi Indeks Inklusi Keuangan yang belum sebanding dengan Indeks Literasi Keuangan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan, tetapi belum seluruhnya memahami cara memanfaatkannya secara tepat, bijak, dan aman.

“Semakin banyak masyarakat telah menggunakan layanan keuangan, namun belum semuanya paham cara mengelolanya secara bijak dan aman,” ujar Ari dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE) di Kupang, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ari, kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan menjadi tantangan yang perlu segera dijawab melalui edukasi yang lebih luas. Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang dinilai penting untuk mendapatkan pemahaman mengenai manfaat sekaligus risiko berbagai produk keuangan.

Kemudahan akses terhadap layanan keuangan, kata dia, harus diikuti kemampuan dalam mengambil keputusan finansial. Tanpa pemahaman yang memadai, semakin luasnya akses justru berpotensi meningkatkan risiko kesalahan dalam mengelola keuangan maupun memilih produk investasi.

“Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mampu mengakses layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya,” katanya.

Kegiatan LIKE digelar di lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) se-Kota Kupang.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi difokuskan pada peningkatan pemahaman generasi muda mengenai investasi yang sehat, legal, dan berkelanjutan. Para peserta juga diingatkan agar lebih bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan serta mewaspadai berbagai bentuk investasi ilegal.

Ari menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak harus dimulai dari langkah yang rumit. Generasi muda dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, menyisihkan pendapatan untuk tabungan, serta berinvestasi sesuai kemampuan dan tingkat pemahaman.

“Investasilah sesuai kemampuan dan kepahaman,” tegasnya. Ia berharap edukasi literasi keuangan dapat membekali mahasiswa dan generasi muda agar semakin cakap dalam mengambil keputusan finansial. Dengan begitu, peningkatan akses terhadap layanan keuangan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menggunakannya secara bertanggung jawab.

Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE) menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.

Mengusung tema “Money Wise, Put Your Eyes”, program tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di sektor keuangan, termasuk Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
L Ng Mbuhang
L