Gempa Flores: Lima Orang Meninggal, Akses Sejumlah Wilayah Terputus

AKURAT.CO Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2027). Data sementara itu terdiri dari tiga korban di Maumere dan dua korban di Kabupaten Manggarai.
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena mengatakan, data tersebut masih sementara dan akan diverifikasi kembali oleh tim di lapangan. Hal itu disampaikan Melkiades dalam konferensi pers bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT di Mapolda NTT, Sabtu (15/8/2028) pagi. Konferensi pers tersebut dipimpin Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko. "Data sementara yang saya terima sudah ada lima orang meninggal," kata Melkiades.
Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 Wita. Pemerintah menduga sebagian korban tertimpa reruntuhan karena gempa terjadi pada pagi hari saat sebagian warga masih berada di dalam rumah.
Melkiades mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban. Dukungan personel dan bantuan dari pemerintah provinsi, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta pemerintah pusat mulai dikerahkan.
Selain korban jiwa, gempa juga berdampak pada akses transportasi di sejumlah wilayah Flores. Melkiades mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari Balai Jalan, terdapat sejumlah titik jalan yang terputus dan terdampak longsor. Kondisi tersebut menyulitkan pergerakan bantuan, termasuk jalur Ende-Maumere.
"Beberapa jalur sudah mulai longsor sehingga memang kita agak susah menggerakkan bantuan," ujarnya.
Pemerintah mempertimbangkan sejumlah alternatif untuk menyalurkan bantuan, termasuk melalui jalur udara dan laut apabila akses darat tidak memungkinkan.
Melkiades bersama Kapolda NTT dan jajaran Forkopimda NTT dijadwalkan turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk melihat kondisi lapangan, sekaligus membawa bantuan kebutuhan dasar bagi korban.
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan, TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD telah mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk melakukan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban.
"Kami sudah mengarahkan seluruh sumber daya yang ada di wilayah masing-masing," kata Rudi. Menurut dia, kebutuhan utama yang akan dibawa ke lokasi terdampak saat ini adalah makanan dan minuman. Pemerintah dan aparat juga akan mengecek kebutuhan lain, termasuk kemungkinan pembangunan posko bantuan.
Rudi mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi mengenai kemungkinan penggunaan bandara di wilayah terdampak untuk mendukung distribusi bantuan dan peninjauan langsung ke lokasi bencana.
Pemerintah Provinsi NTT juga membuka kemungkinan mengusulkan gempa Flores sebagai bencana nasional. Namun, Melkiades mengatakan, keputusan tersebut akan dilakukan setelah pemerintah mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi di lapangan.
"Kita akan turun dulu melihat langsung lapangan, mendengar dari para bupati, kemudian kita review kondisi Flores," ujarnya. Menurut dia, usulan status bencana nasional akan dipertimbangkan berdasarkan hasil penilaian kondisi dan dampak bencana.
Untuk tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan penanganan korban. Tahapan berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan penanganan bencana, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada kesempatan itu, Gubernur NTT juga meminta pemilik toko dan kios yang menjual kebutuhan pokok di seluruh wilayah Flores membuka akses bagi tim kemanusiaan untuk mengambil dan menyalurkan makanan serta minuman kepada masyarakat terdampak.
Ia memastikan kebutuhan yang diambil untuk kepentingan penanganan bencana akan dihitung dan pemerintah daerah akan mengatur mekanisme pembayarannya. "Jangan sampai ada yang tidak bisa makan dan minum karena persoalan ini," kata Melkiades.
Ia meminta bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, minuman, dan selimut, disalurkan melalui TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tim kemanusiaan yang berada di lapangan.
Untuk memudahkan koordinasi informasi, Forkopimda NTT juga sepakat menjadikan Polda NTT sebagai salah satu pusat penyampaian informasi perkembangan penanganan bencana. Pembaruan mengenai kondisi di lapangan akan disampaikan secara berkala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kunjungan ke Kabupaten Kupang, Kapolda dan Wakapolda NTT Tanam Pohon dan Tinjau Penyemaian Bibit Kelor
- 2Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU
- 3Resmikan Delapan Titik Sumur Bor, Kapolda NTT Salurkan Bansos kepada Warga Kelurahan Belo
- 4Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO di Hotel Sasando, Tujuh Mantan Pemandu Lagu Dimintai Keterangan
- 5Kapolda NTT Tekankan Pendampingan Pascagempa, Semangat Belajar Anak-Anak Jadi Perhatian
- 6Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 7Polres Matim Kawal Penyaluran Bantuan PT Trinusa Resources dan CBP Group untuk Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Kota Ndora
- 8Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 9Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU





