Pengungsi Gempa M7,7 Flores Capai 7.670 Orang, 53 Meninggal Dunia, 135 Dirawat

AKURAT.CO - Gempa Bumi Magnitude 7,7 Sabtu (15/8) pagi di Mbay Kabupaten Nagekeo juga berdampak pada enam kabupaten lain di wilayah bagian Utara dan Barat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Manggarai Barat dan Sikka,
Polda NTT mencatat di hari kedua pasca bencana jumlah warga dari tujuh Kabupaten terdampak yang mengungsi sudah mencapai 7.670 orang.
Ribuan pengungsi tersebut kini ditampung pada 38 tenda atau camp yang disediakan pemerintah namun diakui ada juga pengungsi yang kini sementara berdiam di tenda yang dibangun sendiri dan ada juga yang menumpang di rumah keluarga.
"Data Polda NTT saat ini jumlah warga mengungsi 7.670 orang, masih dinamis ya, (jumlah) Itu dari tujuh Kabupaten terdampak. Jumlah camp yang dibangun 38 camp," ujar Kapolda NTT, Irjen. Pol. Rudi Darmoko, dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Minggu (16/8) malam.
Disampaikan Kapolda Rudi Darmoko, gerak cepat polisi dalam penanganan bencana tersebut terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan tim dari instansi terkait.
Ia sendiri telah turun langsung ke lokasi bencana dan menemui para korban di sejumlah titik terdampak. "Tujuan turun langsung ke lokasi untuk memastikan bagaimana pelaksanaan tugas polri di lapangan, apa saja kendala anggota di lapangan dalam penanganan bencana," kata Irjen Rudi Darmoko.
Dari kunjungannya menemui para korban bencana di beberapa titik terdampak, yang menjadi prioritas penanganan adalah upaya penyelamatan, pemberian bahan makanan, minuman dan obat-obatan. "Bahan makanan, minuman, obat obatan itu yang jadi prioritas tapi yang penting kita selamatkan dulu karena gempa susulan masih ada sampai tadi," katanya.
Ribuan paket bahan makanan, minuman dan obat - obatan dari Mabes Polri dan Polda NTT sudah disalurkan ke para korban di sejumlah daerah terdampak tersebut.
Saat ini Polri masih melakukan upaya pencarian terhadap para korban dibantu 10 anjing pelacak beserta BKO 100 personil brimob dari mabes Polri.
Polri juga sudah menurunkan tim medis beserta tim trauma healing terlatih dari Mabes Polri dan Polda NTT untuk memulihkan psikologi para korban.
Sebelumnya Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8) sore menyampaikan korban meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut hingga minggu sore mencapai 53 orang dan korban luka yang dirawat di fasilitas kesehatan berjumlah total 135 jiwa.
Pencarian korban masih terus dilakukan. Sementara itu, BNPB juga melaporkan ada 154 unit rumah rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan akibat gempa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kunjungan ke Kabupaten Kupang, Kapolda dan Wakapolda NTT Tanam Pohon dan Tinjau Penyemaian Bibit Kelor
- 2Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU
- 3Resmikan Delapan Titik Sumur Bor, Kapolda NTT Salurkan Bansos kepada Warga Kelurahan Belo
- 4Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO di Hotel Sasando, Tujuh Mantan Pemandu Lagu Dimintai Keterangan
- 5Kapolda NTT Tekankan Pendampingan Pascagempa, Semangat Belajar Anak-Anak Jadi Perhatian
- 6Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 7Polres Matim Kawal Penyaluran Bantuan PT Trinusa Resources dan CBP Group untuk Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Kota Ndora
- 8Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 9Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU





