NTT

Gempa Flores, 18.966 Rumah Warga Rusak, Terbanyak di Manggarai Timur

Jermi Lau | 18 Agustus 2026, 19:58 WIB
Gempa Flores, 18.966 Rumah Warga Rusak, Terbanyak di Manggarai Timur
Salah satu rumah warga yang rusak diguncang gempa Flores

AKURAT.CO - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Mbay kabupaten Nagekeo, bagian Utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil bagi pemerintah maupun warga di delapan daerah terdampak yakni Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada dan Sumba Timur.

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, guncangan tersebut juga merusak sejumlah bangunan perkantoran pemerintah maupun swasta, jalan, jembatan, pelabuhan, tempat ibadah dan rumah warga.

Data Posko Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Bencana Flores di BPBD Provinsi NTT yang diperoleh akurat.co, Selasa (18/8) pagi menunjukan per Senin 17 Agustus 2026 pukul 22.00 wita ada 18.966 unit rumah warga di delapan Kabupaten terdampak yang mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat.

Kabupaten Manggarai Timur adalah daerah terdampak yang paling banyak rumah warganya mengalami kerusakan. Sementara ini rumah warga Manggarai Timur yang rusak terdata sebanyak 7.480 unit, dan Sumba Timur adalah daerah terdampak yang jumlah rumah tidak milik warga paling sedikit yakni lima unit.

Berikut adalah jumlah rumah warga yang rusak di masing-masing kabupaten terdampak sesuai data Pusdalops PB di kantor BPBD NTT per Senin 17 Agustus 2026 pukul 22.00 WITA.

1. Kabupaten Manggarai : 1.983 rumah

2. Kabupaten Manggarai barat : 3.493 rumah.

3. Kabupaten Manggarai Timur : 7.480 rumah.

4. Kabupaten Ende : 952 rumah

5. Kabupaten Sikka : 227 rumah

6. Kabupaten Ngada : 2.839 rumah

7. Kabupaten Nagekeo : 1.987 rumah, dan

8. Kabupaten Sumba Timur : 5 rumah

Eddy Setyawan, petugas di Posko BPBD NTT mengatakan data tersebut masih bisa berubah karena upaya pendataan masih terus dilakukan. Informasi tersebut akan di update setiap hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jermi Lau
J
Editor
Jermi Lau