NTT

Wagub NTT Jemput Jenazah Willi Mbuik, Korban Penembakan KKB di Papua

L Ng Mbuhang | 11 September 2026, 17:49 WIB
Wagub NTT Jemput Jenazah Willi Mbuik, Korban Penembakan KKB di Papua
Wagub NTT Johni Asadoma menjemput jenazah Willi Mbuik, korban penembakan di Papua, di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.

AKURAT.CO - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menjemput jenazah Willi Mbuik, warga asal Rote Ndao yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Jenazah Willi tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, Jumat (11/9/2026), setelah dipulangkan dari Papua menggunakan pesawat Citilink.

Johni didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo dan sejumlah pimpinan perangkat daerah saat menjemput jenazah. Setelah prosesi penjemputan, rombongan mengantar jenazah ke Pelabuhan Bolok untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum dipulangkan ke Kabupaten Rote Ndao menggunakan KMP Lakaan.

Dalam peristiwa penembakan tersebut, terdapat tiga orang yang meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan warga NTT, yakni Willi Mbuik asal Rote Ndao dan Alfonsius Mehan asal Maumere.

Johni menyampaikan duka mendalam kepada keluarga para korban. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi NTT turut merasakan kesedihan atas peristiwa yang menewaskan warga NTT tersebut. "Kami mengucapkan duka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban penembakan dari KKB. Kami sangat sedih dan kami sangat berduka," ujar Johni saat menjemput jenazah Willi.

Johni juga mengecam keras aksi penembakan tersebut. Menurut dia, warga NTT yang berada di Papua datang untuk bekerja, mengabdi, dan melayani masyarakat, bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata. "Kami mengutuk keras tindakan keji, tindakan biadab dari KKB terhadap warga NTT yang menjadi korban. Mereka ada di sana untuk mengabdi kepada masyarakat Papua," kata Johni.

"Mereka di sana untuk melayani masyarakat Papua. Mereka bukan untuk berperang dengan siapa pun, tetapi mengabdi dan melayani dengan ketulusan. Kenapa harus dibunuh?" lanjutnya. Johni menegaskan, setiap pihak memiliki hak untuk memperjuangkan aspirasi. Namun, perjuangan tersebut tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan warga sipil maupun merusak fasilitas umum.

"Kalian boleh memperjuangkan apa yang kalian inginkan, tetapi jangan membunuh, mengorbankan rakyat sipil, merusak fasilitas umum, sekolah, rumah sakit. Itu adalah perbuatan yang tidak manusiawi," tegasnya.

Ia berharap kelompok bersenjata menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami harapkan para KKB untuk tidak mengganggu, tidak melakukan tindakan keji terhadap warga sipil yang mengabdi di Papua. Sadarlah untuk kembali ke pangkuan Republik Indonesia," ujarnya.

Johni meminta aparat penegak hukum segera melacak dan menangkap para pelaku penembakan. "Kita harapkan pihak yang berwenang dapat melacak dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku, dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku agar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka," katanya.

Menurut Johni, proses hukum penting dilakukan agar para korban dan keluarga mendapatkan keadilan.

Pemerintah Provinsi NTT juga memastikan akan memberikan pelayanan dan pendampingan kepada keluarga korban selama masa berkabung hingga proses pemakaman.

"Kita akan memberikan berbagai pelayanan yang dibutuhkan keluarga korban selama masa-masa berkabung ini sampai dengan masa pemakaman," ujar Johni.

Ia mengatakan Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memastikan penyambutan dan pelayanan terhadap jenazah serta keluarga korban.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote agar memberikan penyambutan dan memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarganya," katanya.

Menyusul peristiwa tersebut, Johni mengimbau seluruh warga NTT yang berada di Tanah Papua untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Ia juga meminta para ketua paguyuban warga NTT di Papua ikut mengoordinasikan masyarakat agar mendapatkan perlindungan.

"Terutama para ketua-ketua paguyuban agar dapat mengoordinir seluruh masyarakat yang ada di sana untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan demi mendapatkan perlindungan," ujarnya.

Johni meminta aparat keamanan memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh warga sipil di Papua, baik masyarakat asli Papua maupun warga dari luar Papua yang datang untuk bekerja dan mengabdi.

Menurut dia, warga NTT tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Papua, termasuk Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan wilayah Papua lainnya.

"Warga NTT ini sangat banyak di Papua, di berbagai kabupaten. Karena warga NTT juga sangat diterima di sana, tentu kami berharap supaya masyarakat Papua juga dapat membantu memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ada di sana," katanya.

Johni mengingatkan warga NTT untuk menghindari lokasi yang dianggap berbahaya atau memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Jauhi tempat-tempat yang berbahaya atau tempat yang jauh dari keramaian. Jika ingin ke mana-mana, agar menginformasikan dan meminta pengawalan dari aparat keamanan," imbaunya.

Ia juga mengajak warga NTT di Papua memperkuat komunikasi dan saling membantu untuk menjaga keamanan bersama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
L Ng Mbuhang
L