NTT

Bantuan ke Korban Gempa Flores di Pulau Sukun Disalurkan Estafet Diatas Laut

Jermi Lau | 2 September 2026, 11:04 WIB
Bantuan ke Korban Gempa Flores di Pulau Sukun Disalurkan Estafet Diatas Laut
Aktivitas bongkar muat paket bantuan ke warga terdampak di Pulau Sukun dari kapal Polairud Polda NTT ke perahu Nelayan

AKURAT.CO — Polri masih terus bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

Dalam upaya penyaluran bantuan, aparat Polri dihadapkan dengan persoalan akses ke titik korban yang tak mudah dilalui. Akses jalan yang terputus, dan keberadaan korban di wilayah Kepulauan menjadi hambatan tersendiri. Namun kondisi lapangan tersebut tidak menyurutkan semangat Polri untuk bagaimana bantuan bahan makanan, minuman, obat-obatan dan lainnya harus diterima para korban.

Senin (31/8/2026), aparat Polri dari jajaran Direktorat Polairud Polda NTT menyalurkan bantuan sembako, alat tulis dan tim trauma healing ke korban gempa di pulau Sukun, Kabupaten Sikka. Untuk sampai ke titik itu Polairud menggunakan KP. Pulau Sukur 3007 untuk mengantarkan 146 paket bantuan sembako, alat tulis dan tim trauma healing.

Namun kondisi perairan yang tak memungkin kapal itu berlabuh di pelabuhan, Polairud berkoordinasi dengan warga setempat untuk menggunakan perahu nelayan agar bantuan tersebut bisa sampai ke daratan dan diterima warga terdampak. Estafet pendropingan bantuan pun terjadi diatas laut dari KP.Pulau Sukur 3007 ke perahu nelayan.

Kapal polisi tersebut bertolak membawa bantuan 146 paket sembako dari Dermaga Wuring, Maumere, sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tiba di perairan Pulau Sukun sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi aman.

Namun, tantangan belum berakhir. Jarak dermaga dari kawasan permukiman membuat paket bantuan tidak dapat langsung diturunkan dan diangkut melalui jalur darat.

Personel kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk menggunakan perahu motor milik nelayan sebagai sarana estafet mengangkut bantuan menuju daratan.

Sekitar pukul 09.00 WITA, personel Ditpolairud Polda NTT bersama personel Polres Sikka dan masyarakat Pulau Sukun bergotong royong memindahkan paket sembako dari kapal ke perahu nelayan.

Sinergi tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana keterbatasan akses tidak menghalangi bantuan untuk sampai kepada masyarakat.

KP. Pulau Sukur 3007 selanjutnya bergeser mendekati dermaga Pulau Sukun agar proses distribusi dapat dilakukan lebih mudah. Dua kendaraan roda tiga turut digunakan untuk membawa bantuan menuju lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah desa.

Sekitar pukul 10.30 WITA, bantuan secara simbolis diserahkan kepada Kepala Desa Sukun, Ismail Irianto.

Sebanyak 146 paket sembako diterima untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Sukun.

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan penyaluran bantuan ke wilayah kepulauan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak luput dari perhatian.

“Polri terus berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses tersendiri. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Henry.

Perhatian Untuk Anak-Anak di Pulau Sukun

Tidak hanya membawa bantuan pangan, kehadiran personel Polri di Pulau Sukun juga diisi dengan kegiatan trauma healing bagi anak-anak usia dini dan usia sekolah.

Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Agung Wiriawan, Pan Ops KP. Kasturi 6002. Anak-anak diajak mengikuti kegiatan yang bersifat menghibur sekaligus mendapatkan perhatian setelah menghadapi situasi bencana. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga menerima extra puding.

Kegiatan trauma healing menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana karena anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan dasar, tetapi juga rasa aman, perhatian dan pendampingan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.

Kombes Pol. Henry mengatakan, rangkaian kegiatan di Pulau Sukun menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kehadiran langsung di tengah masyarakat.

“Selain memenuhi kebutuhan dasar, kita juga ingin memberikan rasa aman dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian. Polri akan terus berupaya hadir sesuai dengan kemampuan dan kondisi di lapangan,” katanya.

Setelah seluruh rangkaian distribusi bantuan dan trauma healing selesai, personel mempersiapkan perjalanan kembali ke Maumere. KP. Pulau Sukur 3007 tiba kembali di Dermaga Wuring sekitar pukul 15.45 WITA dalam keadaan aman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jermi Lau
J
Editor
Jermi Lau