NTT

3 Bulan Pasca Penikaman, Keluarga Lambertus Pertanyakan Kejelasan Kasus ke Polres Belu

Julio Soares Pires | 18 Juli 2026, 15:47 WIB
3 Bulan Pasca Penikaman, Keluarga Lambertus Pertanyakan Kejelasan Kasus ke Polres Belu
Gambar ilustrasi penikaman

ATAMBUA, Akurat.co - Sudah lebih dari 3 bulan berlalu sejak peristiwa penikaman yang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 di wilayah hukum Polres Belu. Hingga pertengahan Juli 2026, keluarga korban bernama Lambertus mengaku masih menantikan kejelasan terkait proses penanganan kasus tersebut.

Peristiwa itu sempat menggegerkan warga sekitar. Akibat penikaman tersebut, Lambertus mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam peristiwa itu juga telah diamankan oleh pihak kepolisian sejak awal laporan.

Salah satu perwakilan keluarga korban yang akrab disapa Mama Nona mengatakan, keluarga telah beberapa kali mendatangi Polres Belu untuk menanyakan perkembangan penyidikan. Namun hingga kini belum ada informasi resmi yang diterima.

"Adik kami sampai hampir tewas akibat penikaman yang terjadi waktu itu. Sejak awal kami sudah lapor dan ikut prosesnya. Kami juga dengar barang bukti sudah diamankan. Tapi sampai sekarang kami belum dapat informasi lebih lanjut dari pihak penyidik," ujar Mama Nona saat ditemui Akurat.co Rabu, 16 Juli 2026.

Lebih lanjut, Mama Nona menyampaikan kekhawatiran keluarga terkait keamanan.

"Yang membuat kami cemas, terduga pelaku masih bebas berkeliaran. Kami ini keluarga korban, wajar kalau kami takut dan ingin ada kepastian. Kami tidak menuntut apa-apa selain kejelasan. Kami hanya ingin kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku agar ada rasa adil dan keluarga bisa tenang," lanjutnya.

Keluarga berharap pihak kepolisian dapat memberikan informasi perkembangan kasus secara berkala. Menurut Mama Nona, sebagai pelapor, keluarga memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami percaya dengan Polri. Kami hanya minta ada komunikasi dan kejelasan. Sudah 3 bulan, kami butuh kepastian agar tidak ada tanda tanya lagi," harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Akurat.co masih berupaya menghubungi pihak Polres Belu untuk mendapatkan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus ini dan status hukum para pihak terkait.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Belu, karena menyangkut rasa aman dan penegakan hukum di daerah perbatasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.