Polisi Diminta Telusuri Mangan Sitaan Pemkab Kupang yang Hilang di Lingkungan Kantor Dispar

AKURAT.CO - Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU) Asten Bait meminta aparat kepolisian untuk menelusuri mangan sitaan milik pemerintah kabupaten (Pemkab) yang hilang dari tempat penumpukan di lingkungan kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kupang di komplek perkantoran Oelamasi.
Menurutnya pihak kepolisian harus menelusuri masalah tersebut karena tergolong tindak pidana. Ia menduga ada pihak dalam lingkaran pemkab Kupang yang ikut terlibat dalam proses pengambilan mangan tersebut karena menurutnya lokasi penyimpanan puluhan ton mangan itu berada dalam komplek perkantoran yang diawasi oleh satpol PP.
"Ini masalah hukum, jadi APH segera telusuri agar yang mencuri dan yang terlibat semua diproses hukum," Ujar Asten Bait.
Sementara ketua Gerakan Mahasiswa Flobamora (GMF), Melianus Alopada mengatakan Pemkab Kupang perlu menyampaikan klarifikasi terbuka agar publik tahu persis kronologi permasalahan tersebut.
"Jika benar batu mangan itu hilang padahal berada dalam pengawasan pemerintah daerah, maka hal ini merupakan persoalan serius yang wajib dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Ini untuk menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat,"katanya.
Melianus mengatakan, apabila pemkab tidak segera memberikan klarifikasi, maka hal itu dapat menimbulkan opini negatif di publik.
"Kami memohon kepala daerah beserta seluruh jajaran birokrasi untuk segera menjelaskan kepada masyarakat mengapa barang yang berada dalam pengawasan pemerintah dapat dilaporkan hilang. Penjelasan yang terbuka sangat diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah," tegas Melianus Alopada.
Sebelumnya diberitakan Berton-ton mangan hasil sitaan pemkab Kupang itu dikabarkan diangkut dari lokasi tersebut oleh pihak tertentu akhir pekan lalu tanpa sepengetahuan pemkab Kupang.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) kabupaten Kupang, Adi Lona, Selasa (4/8) menyampaikan telah menerima laporan adanya pergeseran mangan - mangan tersebut dari belakang kantor dinas pariwisata.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan asisten I Setda kabupaten Kupang untuk menindaklanjuti laporan yang diterima itu.
"Ada laporan tapi masih perlu dipastikan siapa, dari mana ijin/perintah dan tujuan pergeseran kemana,"ungkap Kasat Adi Lona.
Ia belum mengetahui persis tonase mangan yang tertumpuk di belakang dinas pariwisata yang telah diangkut keluar tersebut.
"Belum bisa dipastikan (jumlah) karena sudah lama sekali dan dokumen-dokumen terkait dikelola pejabat lama yang sudah pensiun dan tidak berdinas di Pol pp lagi,"katanya.
Asisten I Setda Kupang, Guntur Taopan belum merespon saat diminta konfirmasi lewat WhatsApp Rabu (5/8) siang terkait sikap pemkab Kupang terhadap masalah itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Coming soon MEREKAM KOTA, MEREKAM KOTA Hadir Kembali: Mengarsipkan Kupang dari pinggir piring
- 2Syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolresta Kupang Kota Tekankan Pelayanan dengan Hati
- 3Bulog Salurkan 4.336 Ton Beras Bantuan Pangan di Pulau Sumba
- 4SMK Negeri 5 Kupang Buka Pelayanan Gratis untuk Masyarakat, Hadirkan Layanan Teknis dan Edukasi
- 5Coming soon MEREKAM KOTA, MEREKAM KOTA Hadir Kembali: Mengarsipkan Kupang dari pinggir piring
- 6SMK Negeri 5 Kupang Buka Pelayanan Gratis untuk Masyarakat, Hadirkan Layanan Teknis dan Edukasi





