NTT

PLN Perkuat Kompetensi Yantek di Ruteng, Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Keandalan Listrik

Pandapotan Tampubolon | 20 Juli 2026, 09:40 WIB
PLN Perkuat Kompetensi Yantek di Ruteng, Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Keandalan Listrik
PLN ULP Ruteng menggelar Refreshment Yantek untuk memperkuat kompetensi petugas dan menanamkan budaya K3 demi menghadirkan layanan kelistrikan yang aman dan andal.

AKURAT.CO PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ruteng memperkuat kompetensi petugas Pelayanan Teknik (Yantek) melalui kegiatan Refreshment Yantek sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Flores Bagian Barat. Program ini menitikberatkan pada penyegaran Standar Operasional Prosedur (SOP), penguatan kompetensi teknis, serta peneguhan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama pelayanan kepada pelanggan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keandalan layanan kelistrikan harus dibangun di atas budaya kerja yang mengutamakan keselamatan petugas.

"Bagi PLN, keberhasilan sebuah pekerjaan tidak hanya diukur dari seberapa cepat masalah teratasi, melainkan dari bagaimana setiap tahapan dilaksanakan dengan baik, benar, dan selamat. Tidak ada target pekerjaan maupun pelayanan yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia. Kami ingin memastikan setiap petugas memegang teguh komitmen ini," ujar Eko.

Menurutnya, petugas yang bekerja dengan tenang, kompeten, disiplin, dan taat prosedur akan mampu memberikan layanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat. Karena itu, keselamatan kerja bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

"Ketika petugas bekerja dengan tenang, kompeten, disiplin, dan taat prosedur, pekerjaan di lapangan dapat diselesaikan dengan rapi dan aman. Hal inilah yang menjadi fondasi utama pasokan listrik yang andal dan layanan yang hangat bagi pelanggan," tambahnya.

Petugas Yantek merupakan garda terdepan PLN yang bertugas menjaga kontinuitas pasokan listrik sekaligus menangani berbagai gangguan kelistrikan di lapangan. Dengan karakteristik pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi, peningkatan kompetensi dan kedisiplinan dalam menerapkan SOP serta K3 menjadi aspek yang tidak dapat ditawar.

Manager PT PLN (Persero) ULP Ruteng, R. M. Ridwan, mengatakan kegiatan Refreshment Yantek menjadi ruang pembelajaran sekaligus evaluasi agar seluruh personel selalu siap menghadapi dinamika pekerjaan di lapangan.

"Tantangan di lapangan senantiasa berubah. Pemahaman SOP tidak boleh berhenti saat pelatihan awal saja, tetapi harus terus dipelihara. Petugas harus peka mengenali potensi bahaya, disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), serta saling menjaga satu sama lain. Doa dan harapan kami sederhana, para petugas berangkat bekerja dengan semangat dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat serta selamat," tutur Ridwan.

Sementara itu, Koordinator Yantek PT PLN Nusa Daya, Werenfridus K. Hassdar, menegaskan pentingnya membangun budaya saling peduli di lingkungan kerja. Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP harus dibarengi dengan keberanian setiap personel untuk saling mengingatkan apabila menemukan potensi bahaya.

"Kami terus mengingatkan teman-teman agar tidak terburu-buru demi mengejar waktu. Patuhi SOP dan pastikan area kerja aman. Kami juga menanamkan budaya saling peduli, berani mengingatkan rekan kerja, bahkan berani menghentikan pekerjaan (Stop Work Authority) jika melihat kondisi yang membahayakan," tegas Werenfridus.

Melalui kegiatan Refreshment Yantek ini, PLN ULP Ruteng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama keandalan layanan kelistrikan. Di balik pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Kabupaten Manggarai, terdapat komitmen perusahaan untuk memastikan setiap insan PLN bekerja secara profesional, mengutamakan keselamatan, dan kembali ke keluarga dalam keadaan sehat serta selamat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.