Satpol PP Kota Kupang Tunda ke Sungai Fatukoa, Ada Kunjungan Jokowi

AKURAT.CO - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja(Pol PP) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunda agenda peninjauan ke titik pencemaran lima pengolahan sopi (miras tradisional) di alur sungai Fatukoa dibatas kelurahan Fatukoa dan Sikumana, Kota Kupang.
Kasat Pol PP Kota Kupang Rudi Abubakar, mengatakan agenda kunjungan Selasa (28/7) kemarin diurung karena pihaknya masih disibukan dengan pengamanan agenda kunjungan Jokowi, presiden ke-7 RI di wilayah Kota Kupang akhir pekan ini.
Kepada akurat.co, kasat Rudy menyampaikan akan turun ke lokasi pengolahan sopi itu pada Senin (3/8/2026).
"Senin kami sudah bisa bergerak," Tegasnya. Pantauan akurat.co, hingga saat ini aktifitas pengolahan Sopi di wilayah RT10/RW03, Kelurahan Fatukoa masih berlangsung.
Ketua RT10, Kelurahan Fatukoa Dogianus Leba, kepada akurat.co Jumat(31/7/2026) mengaku bahwa hingga saat ini para pengusaha sopi di wilayahnya itu masih tetap beroperasi.
"Lebih jelasnya nanti hubungi Bhabinkamtibmas saja. Karena kemarin mereka yang datang cek," Katanya.
"Disitu ada sekitar empat tungku, dua tungku yang di bawah itu langsung buang limbah ke sungai, yang dua di atas itu ada pengeluhan dari warga juga,"sambungnya.
Sebelumnya diberitakan sejumlah warga di dua kelurahan tersebut kini resah karena tak lagi bisa menggunakan air di aliran sungai tersebut untuk mandi dan mencuci.
Dalam vidio pendek yang diterima akurat.co dari warga, Senin(27/7/2027), tampak limbah sopi dialirkan masuk ke dalam sungai menggunakan sepotong pipa dan bambu.
Kondisi air dalam sungai itu pun tampak berkeruh, sedangkan bebatuan yang ada di dalamnya terlilit jamur berwarna putih.
Ketua RT09, Kelurahan Fatukoa Daud Leli, yang dikonfirmasi akurat.co mengakui hal itu. Ia mengatakan sudah memperingatkan para pengusaha sopi itu pada beberapa bulan yang lalu namun tidak diindahkan.
"Itu di wilayah RT10 itu, kita sudah kasi ingatkan mereka tapi tidak dengar. Bahkan tahun kemarin itu ada Anggota Dewan Kota yang turun langsung. Namun katanya itu usaha dari masyarakat," Katanya.
Ia pun berharap para pengusaha itu bisa menata ulang usahanya itu agar limbah tidak langsung dibuang ke dalam sungai.
"Coba mereka buat lubang saja bagus. Itu juga mereka sewa itu tanah baru masak sopi disitu. Masak juga langsung di pinggir sungai," Jelasnya.
Beberapa warga Sikumana kepada akurat.co juga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap aktifitas para pengusaha itu. Mereka mengaku bahwa sungai kini tidak bisa lagi dipakai untuk mandi karena air yang terasa bau dan gatal.
Sementara itu, Yohanes Manik, warga setempat yang dulunya pengusaha sopi di wilayah itu mengaku kesal dengan aktifitas itu.
Ia mengatakan harusnya para pengusaha itu membuat lubang agar limbah dialirkan masuk kedalam lubang dan bukan dialirkan kedalam sungai.
Hal itu karena katanya limbah tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup orang banyak.
"Saya ini mantan usaha sopi juga tapi tidak lagi. Harusnya limbah itu tidak boleh dialirkan masuk ke sungai karena itu air keras. Batu yang terkena limbah itu juga bisa hancur," Katanya.
"Waktu saya masak, itu saya pakai lubang seperti lubang closed begitu. Supaya limbah itu tidak kemana-mana dan kering dengan sendirinya di dalam lubang itu,"sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Coming soon MEREKAM KOTA, MEREKAM KOTA Hadir Kembali: Mengarsipkan Kupang dari pinggir piring
- 2Syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolresta Kupang Kota Tekankan Pelayanan dengan Hati
- 3Bulog Salurkan 4.336 Ton Beras Bantuan Pangan di Pulau Sumba
- 4SMK Negeri 5 Kupang Buka Pelayanan Gratis untuk Masyarakat, Hadirkan Layanan Teknis dan Edukasi
- 5Coming soon MEREKAM KOTA, MEREKAM KOTA Hadir Kembali: Mengarsipkan Kupang dari pinggir piring
- 6SMK Negeri 5 Kupang Buka Pelayanan Gratis untuk Masyarakat, Hadirkan Layanan Teknis dan Edukasi




