Mengaku Anggota BIN, Perempuan Muda di Kupang Raup Ratusan Juta Dari Warga

AKURAT.CO - Oknum warga desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial II alias Intan berusia 23 tahun menemui sejumlah warga dan mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).
Ia berhasil meraup ratusan juta rupiah dari warga yang ditemui. Belakangan tepatnya pada Selasa (8/9) malam Intan dilaporkan beramai-ramai oleh belasan warga ke Polsek Kupang Tengah karena merasa telah ditipu oleh Intan. Bahkan warga juga membawa Intan saat mendatangi Mapolsek Kupang tengah.
Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Theorangga F. A Rohi, SH.MH yang dikonfirmasi, Rabu (9/9) membenarkan adanya kedatangan belasan warga ke Mapolsek Kupang Tengah untuk melapor Intan.
Dari Polsek Kupang Tengah, warga menuju Polres Kupang untuk melaporkan Intan. Pihak Polres Kupang belum berhasil di konfirmasi soal laporan tersebut.
Informasi yang dihimpun, akurat.co, Intan menjalankan aksinya dengan sejumlah modus untuk mendapatkan uang dari warga. Ada yang dijanjikan lolos anggota TNI-AD, ada yang bermodus pinjam uang. Karena mengaku sebagai anggota BIN maka banyak warga yang percaya dengan omongan Intan. Bahkan Intan dikabarkan menunjukan kartu yang dikatakan kartu anggota BIN.
Dilansir dari rakyatntt. disalah seorang korban, Bene Jose, mengaku mengalami kerugian hingga Rp140 juta setelah mempercayai tawaran Intan untuk membantu meloloskan anaknya menjadi anggota TNI-AD.
Bene mengaku pertama kali mengenal Intan ketika anaknya bersama perempuan tersebut datang menemuinya. Saat itu, Intan menawarkan jasa untuk membantu proses seleksi anaknya menjadi anggota TNI-AD.
Kepercayaan Bene semakin kuat karena Intan mengaku sebagai anggota BIN dan menunjukkan kartu identitas yang diklaim sebagai identitas anggota BIN. Bene kemudian menyerahkan uang secara bertahap melalui transfer rekening bank sesuai permintaan Intan. Total uang yang telah diserahkan disebut mencapai Rp140 juta.
Namun, setelah proses berjalan, Bene mulai mencurigai adanya kejanggalan. Anak Bene yang mengikuti proses seleksi justru dibiayai Intan untuk berangkat ke Bali tanpa rombongan calon prajurit lainnya.
Anak Bene disebut berada di sebuah penginapan dan bukan di barak sebagaimana yang diharapkan keluarga. Bahkan, Bene mengaku bahwa anaknya justru dijemput oleh keluarga yang berada di Bali dan bukan melalui proses penjemputan resmi seperti para calon anggota TNI.
Kecurigaan semakin kuat setelah Bene mengetahui bahwa Intan ternyata tidak berada di Singaraja, Bali, sebagaimana informasi yang sebelumnya diketahui, tetapi berada di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, tepatnya di kediamannya di RT.24/RW.08.
Salah satu anak Bene kemudian berupaya menemui Intan dan mengajaknya ke rumah Bene Jose. Sesampainya di rumah, Intan disebut mengakui perbuatannya dan menyatakan kesediaan untuk mengganti kerugian yang dialami Bene.
Namun, karena uang tersebut tak kunjung dikembalikan, Bene bersama keluarganya kemudian membawa Intan ke kepolisian dan melaporkan dugaan penipuan tersebut.
Dugaan penipuan yang dilakukan Intan ternyata tidak hanya berkaitan dengan tawaran jasa meloloskan calon anggota TNI.
Sejumlah warga dari kawasan Fatululi, Kota Kupang, juga mendatangi Polsek Kupang Tengah dan mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan modus pinjaman uang.
Intan disebut mencatut identitas sebagai anggota BIN sehingga mudah bergaul dan mendapatkan kepercayaan dari sejumlah kelompok masyarakat, termasuk kelompok pemuda di salah satu jemaat gereja di kawasan Fatululi.
Salah seorang perempuan yang mengaku sebagai korban mengatakan, Intan awalnya datang dan menjalin pertemanan dengan kelompok pemuda. Setelah bergabung dalam kelompok tersebut, Intan kemudian meminjam uang dari kas kelompok pemuda.
“Dia datang dan berteman dengan kami, bahkan sudah bergabung ke kelompok pemuda. Dia minta pinjam, kami kasih. Kami cari-cari untuk dikembalikan, ternyata tidak juga,” ungkap perempuan tersebut yang meminta namanya tidak disebutkan.
Meski tidak menyebutkan nominal secara pasti, korban mengatakan uang yang dipinjam Intan dari kas kelompok pemuda tersebut mencapai jutaan rupiah.
Sejumlah pemuda yang datang ke Polsek Kupang Tengah juga membenarkan bahwa perempuan yang berada di dalam mobil milik Bene Jose merupakan Intan, yang sebelumnya dikenal dengan pengakuannya sebagai anggota BIN.
Tidak lama kemudian, tiga orang lainnya turut mendatangi lokasi dan mengaku mengenal Intan. Mereka kemudian ikut bersama petugas kepolisian menuju Mapolres Kupang untuk memberikan keterangan serta menyerahkan bukti terkait dugaan penipuan yang mereka alami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









