NTT

Gempa Flores, PDI-P NTT Kerahkan Tim ke Tujuh Kabupaten Terdampak

L Ng Mbuhang | 15 Agustus 2026, 15:34 WIB
Gempa Flores, PDI-P NTT Kerahkan Tim ke Tujuh Kabupaten Terdampak
Ketua PDIP NTT, Yunus Takandewa (foto: gesuri.id)

AKURAT.CO - PDI-P Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan tim ke tujuh Kabupaten yang terdampak gempa di Pulau Flores. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat untuk membantu penanganan korban dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

Ketujuh daerah tersebut yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Ende.

Ketua DPD PDI-P NTT, Yunus Takandewa, saat dihubungi wartawan Sabtu (15/8/2026) sore mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima hingga sabtu sore, terdapat 30 lebih korban jiwa akibat gempa tersebut. PDI-P NTT menyampaikan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana.

"Yang pertama langsung turun ke lokasi. Kemudian yang kedua membuat posko," ujar dia. Posko dapat didirikan di sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P maupun di lokasi terdampak. Selain posko, partai juga menginstruksikan pembentukan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi warga terdampak.

Dapur umum mulai disiapkan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Sikka dan Nagekeo.

Selain mengerahkan struktur partai di daerah, DPD PDI-P NTT juga akan menurunkan enam orang untuk menyebar ke sejumlah lokasi terdampak. Tim tersebut dijadwalkan turun untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan penanganan terhadap korban berjalan.

PDI-P NTT juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan jajaran DPC di wilayah terdampak.

Di tingkat daerah, anggota fraksi PDI-P di DPRD kabupaten dan Kota turut dikerahkan ke berbagai titik untuk membantu pendistribusian kebutuhan dasar. Bantuan yang diprioritaskan meliputi bahan makanan dan minuman, air mineral, obat-obatan, serta kebutuhan kesehatan lainnya.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P juga menyiapkan tim untuk membantu penanganan korban, termasuk pasien yang menjalani perawatan di luar rumah sakit di wilayah Manggarai Barat, Labuan Bajo, dan Manggarai.

Menurut Yunus Takandewa, penanganan bencana tidak cukup hanya pada tahap tanggap darurat. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi juga perlu segera dipikirkan karena gempa dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk ruas jalan, fasilitas umum, fasilitas perbankan, dan rumah warga.

Di tengah situasi bencana, PDI-P NTT juga meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian kegiatan yang bersifat seremonial, termasuk pameran pembangunan yang telah direncanakan.

PDI-P menilai perhatian pemerintah dan masyarakat seharusnya dipusatkan terlebih dahulu pada penanganan warga yang menjadi korban gempa.

"Di mana rakyat sedang menangis, rakyat sedang meratapi bencana yang sedang menimpa mereka," ujarnya.

Ia menilai kegiatan seremonial, terlebih yang melibatkan hiburan dan artis, tidak menjadi prioritas ketika masyarakat Flores sedang menghadapi situasi darurat.

"Kalau memang tidak ada urgensinya, sebaiknya dihentikan," katanya.

PDI-P NTT menegaskan, prioritas saat ini adalah turun langsung ke lapangan, menangani kondisi darurat, serta menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
L Ng Mbuhang
L