Kekeringan Mengancam Petani di Kupang, Lahan Padi Retak, Terancam Gagal Panen

AKURAT.CO - Ancaman Kekeringan mulai dirasakan sejumlah petani di Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lahan sawah yang baru ditanami padi sebulan lalu kini retak-retak karena tidak berair.
Tomi Johanis, Kepala bidang (Kabid) Prasarana sarana pertanian pengolahan pasca panen dan pemasaran hasil pertanian Dinas Pertanian provinsi NTT sesuai pengaduan yang diterima area persawahan yang mengalami kekeringan seluas delapan hektare (ha) yang merupakan lahan sawah milik lebih dari 60 petani yang tergabung dalam tiga kelompok tani (Poktan) di wilayah kecamatan Amabi Oefeto yakni Tokneno, Naotabua dan Monames.
Disampaikan Kabid Tomi, air dari sumber yang ada di area persawahan tersebut mulai berkurang sehingga tak bisa mengairi semua luasan sawah di area persawahan tersebut. "Di lahan Poktan Tokneno dan Naotabua total lahan yang kering ada tiga hektare dan lima hektare di lahan Poktan Lima hektare di Fatukanutu," kata Kabid Tomi, Rabu (9/9).

Ia menambahkan pihaknya telah merespon laporan tersebut dengan menurunkan tim ke lokasi dan memberikan bantuan mesin pompa air untuk membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan air dari sumber air yang ada karena selama ini petani di area persawahan tersebut meminjam mesin pompa air milik Poktan lainnya di wilayah itu.
Ia mengatakan sejauh ini baru petani dari Kabupaten Kupang yang melaporkan adanya dampak kekeringan yang terjadi di area persawahan mereka. "Sejauh ini laporan yang kami terima baru dari Kabupaten Kupang saja, Kabupaten/Kota lain belum ada," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









