Efek Sensus Ternak Disnak Kabupaten Kupang 2026 Dimata Pedagang Sapi

AKURAT.CO - Sensus Ternak yang dilakukan dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) April 2026 lalu untuk mendapatkan data terbaru populasi ternak terutama ternak Sapi, Kuda dan Kerbau dinilai punya banyak manfaat terhadap daerah maupun geliat ekonomi masyarakat.
Silvester Nay Umboten, salah seorang pedagang Sapi di Kupang mengatakan Kabupaten Kupang mendapatkan penambahan Pendapat Asli Daerah (PAD) dari sektor peternakan seiring bertambahnya kuota pengiriman Sapi, Kuda dan Kerbau antar pulau dari pemerintah karena data populasi ternak besar terbaru yang terdata lewat sensus tersebut.
Bagi masyarakat peternak, efek yang ditimbulkan dari penambahan kuota pengiriman adalah makin banyaknya ternak besar terutama sapi milik warga yang bisa terjual untuk menunjang ekonomi keluarga.
Selain itu iklim usaha bisnis ternak bagi pedagang atau pengusaha lokal juga terasa lebih hidup. Bisnis ternak antar pulau dari para pedagang atau pengusaha itu juga kata Silvester ikut menghidupkan sektor jasa dilevel bawah antara lain penjual pakan alami atau pemotong rumput. "Banyak yang tidak tahu kalau ketika pengusaha mengumpulkan sapi yang telah dibeli dari peternak, pengusaha membutuhkan pakan yang banyak untuk ternak sambil menunggu jadwal pengiriman ke luar pulau. Kita pengusaha sangat butuh rumput untuk pakan, rumput itu kita beli dari pemotong satu ikat Rp 2.000, sehari kalau sapi ada 50-70 ekor itu kita butuh satu truk 700 sampai 800 ikat rumput, jadi pengeluaran kita untuk pakan rumput seharu itu sekitar satu juta lebih, nah itu ke pemotong rumput, jadi ada sektor jasa lain yang hidup disini," kata Silvester dalam dialog lepasnya dengan akurat.co, Senin (14/9).
Karena itu Silvester menyampaikan terimakasih atas kebijakan yang dilakukan Pemkab Kupang melalui Disnak Kabupaten Kupang itu. "Ya, saya pribadi merasa ini suatu terobosan yang punya banyak dampak positif tak hanya bagi daerah tapi juga masyarakat ditingkat bawah. Terimakasih untuk bapak bupati dan dinas peternakan karena telah berupaya sehingga kita dapat tambahan quota pengiriman tahun ini," kata Silvester.
Sebelumnya pelaksana tugas (PLT) kadis Peternakan Kabupaten Kupang, Oktaviana Manulangga mengatakan quota pengiriman ternak (Sapi,Kerbau,Kuda) tahun 2026 mencapai lebih dari 26.000 ekor. Jumlah yang melebihi quota tahun sebelumnya.
Dengan bertambahnya quota pengiriman ternak antar pulau itu, dinas peternakan (Disnak) kabupaten Kupang optimis akan melampaui target capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan Pemkab Kupang tahun ini.
Oktaviana Manulangga, Sabtu (12/9) menginformasikan quota tambahan tersebut baru diterima dari pemprov NTT dua pekan lalu, namun hingga akhir pekan ini sudah ada sekitar 60 perusahaan yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi pengiriman ke sekitar 128 tempat tujuan di wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
Tim dari dinas peternakan Kabupaten Kupang kata dia sementara turun ke sejumlah perusahaan yang ajukan permohonan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan berat sapi dalam rangka proses penerbitan rekomendasi pengiriman.
Permohonan pengiriman untuk 128 tujuan dengan perusahaan pemohon sekutar 60 perusahaan. Mulai Senin ini tim mulai turun memeriksa kesehatan, berat badan dan lain lain untuk proses penerbitan rekomendasi," katanya.
Sebelumnya diawal tahun 2026, sudah lebih dari 12.628 ekor Sapi asal Kabupaten Kupang yang dikirim keluar pulau sesuai jatah yang diberikan pemprov NTT.
Ia berharap kuota pengiriman tambahan 13.500 sapi, dua ekor Kerbau dan 88 ekor Kuda tersebut dapat terserap seluruhnya seperti kuota perdana diawal tahun 2026.
Disampaikan Oktaviana Manulangga, total kuota pengiriman ternak antar pulau, sapi, kerbau dan kuda untuk kabupaten Kupang tahun ini mencapai 26.184 ekor.
Jumlah itu mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2024 dan 2025 yang hanya sebanyak 14.000 ekor lebih.
Kata Oktaviana, Peningkatan kuota di tahun 2026 itu diperoleh pemkab Kupang setelah pihaknya melakukan pendataan ulang ternak besar awal tahun 2026 yang melibatkan mahasiswa Undana Kupang dengan sistim by name by addres.
Dari pendataan ulang populasi ternak besar itu diperoleh data terbaru populasi ternak besar sebanyak 234 ribu lebih.
Data itu diserahkan ke BPS dan disnak pemprov NTT sehingga dari rumusan pembagian kuota pengiriman, pemkab Kupang mendapatkan penaikan kuota pengiriman tambahan 13.000 lebih yang jika ditotalkan dengan kuota awal tahun total pengiriman ternak antar pulau kabupaten Kupang mencapai lebih dari 26.000 ekor.
Pemkab Kupang menetapkan untuk setiap rekomendasi pengiriman yang diterbitkan, perusahaan penerima rekomendasi menyetor Rp 100.000/ekor ke kas daerah sebagai retribusi.
Ia mengatakan dalam APBD Induk tahun 2026, disnak dibebani PAD sebesar Rp 2,5 miliar dan pada APBD 2026 perubahan, beban PAD dinaikan menjadi Rp 3 miliar namun dari kondisi capaian PAD saat ini, pihaknya optimis capaian PAD disnak bisa tembus Rp 4 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









