803 Sekolah di NTT Masuk Program Revitalisasi 2026, Proses PKS Mulai Berjalan

AKURAT.CO - Sebanyak 803 satuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam alokasi awal Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai syarat pencairan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.
Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Irfan Karim, saat ditemui Rabu (22/7/2027) menjelaskan, angka 803 sekolah tersebut masih merupakan alokasi awal melalui APBN reguler dan berpotensi bertambah melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
"Untuk sementara NTT mendapat alokasi 803 sekolah dari seluruh jenjang pendidikan. Ini masih jumlah awal karena nantinya masih ada tambahan melalui ABT yang kami harapkan juga bisa dialokasikan untuk NTT," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses revitalisasi kini berada pada tahap penyusunan dan penandatanganan PKS. Dalam tahapan tersebut, masing-masing sekolah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kemudian dibahas bersama tim teknis sebelum disepakati dalam perjanjian kerja sama.
"Saat ini ada sekolah yang sudah berjalan prosesnya, ada juga yang masih dalam tahap PKS. Setelah seluruh dokumen selesai, baru dilakukan proses penyaluran anggaran ke sekolah," katanya.
Menurutnya, pemerintah pusat juga terus melakukan pendampingan terhadap seluruh proses tersebut. Bahkan, sejumlah kepala sekolah tingkat SMA dari NTT dijadwalkan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta selama empat hari untuk menyelesaikan tahapan PKS.
Ia menyebut jumlah sekolah asal NTT yang mengikuti proses tersebut jauh lebih banyak dibandingkan sejumlah provinsi lain.
"Kalau melihat daftar peserta PKS, alokasi untuk NTT cukup besar. Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di NTT," ujarnya.
Dalam daftar yang dipaparkan, sejumlah sekolah dari Kabupaten Flores Timur, Kupang, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, hingga Kota Kupang telah masuk dalam tahapan PKS.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan seluruh proyek revitalisasi dapat diselesaikan tepat waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kunjungan ke Kabupaten Kupang, Kapolda dan Wakapolda NTT Tanam Pohon dan Tinjau Penyemaian Bibit Kelor
- 2Resmikan Delapan Titik Sumur Bor, Kapolda NTT Salurkan Bansos kepada Warga Kelurahan Belo
- 3Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU
- 4Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO di Hotel Sasando, Tujuh Mantan Pemandu Lagu Dimintai Keterangan
- 5Kapolda NTT Tekankan Pendampingan Pascagempa, Semangat Belajar Anak-Anak Jadi Perhatian
- 6Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 7Polres Matim Kawal Penyaluran Bantuan PT Trinusa Resources dan CBP Group untuk Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Kota Ndora
- 8Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 9Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU



