NTT

Gubernur NTT Resmikan OSOP di SMAN 3 Kupang, Tanam “Masa Depan” Lewat Hortikultura

L Ng Mbuhang | 13 September 2026, 10:36 WIB
Gubernur NTT Resmikan OSOP di SMAN 3 Kupang, Tanam “Masa Depan” Lewat Hortikultura
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan program OSOP dan menanam perdana hortikultura di SMAN 3 Kupang.

AKURAT.CO - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan produk One School One Product (OSOP) sekaligus melakukan penanaman perdana anakan hortikultura di lahan Edu Farm SMAN 3 Kupang, Jumat (11/9/2026).

Bagi Melki, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni peresmian program sekolah. Penanaman hortikultura menjadi bagian dari upaya menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang menghubungkan pendidikan dengan potensi lokal, inovasi, lingkungan, hingga kewirausahaan.

“Bagi saya, kegiatan hari ini bukan sekadar kegiatan launching dan menanam anakan hortikultura. Ini adalah kegiatan menanam masa depan,” ujar Melki.

Menurut dia, hortikultura menjadi salah satu media strategis dalam penerapan OSOP karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung dari proses produksi hingga pemasaran.

Siswa tidak hanya belajar menanam dan merawat tanaman, tetapi juga memahami proses memanen, mengolah, mengemas, memasarkan hingga menciptakan nilai tambah dari sebuah produk. “Melalui launching dan menanam di lahan OSOP ini, anak-anak kita tidak hanya belajar bagaimana tanaman tumbuh. Mereka belajar bagaimana sebuah produk dihasilkan, diolah, dikembangkan, dipasarkan dan pada akhirnya menciptakan nilai ekonomi,” katanya.

Melki berharap OSOP di SMAN 3 Kupang dapat berkembang menjadi laboratorium kewirausahaan berbasis potensi lokal. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan menghasilkan produk, berinovasi dan menciptakan peluang. “Sekolah harus menjadi tempat di mana anak-anak kita tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga belajar bagaimana kehidupan bekerja,” ujar Melki.

Kepala SMAN 3 Kupang Ishak Balbesi mengatakan pengembangan OSOP merupakan bagian dari upaya sekolah mendukung program Pemerintah Provinsi NTT melalui aksi nyata di lingkungan pendidikan.

Hal itu sejalan dengan tema HUT ke-53 SMAN 3 Kupang tahun ini, yakni “Dari SMANTIG Mengukir Karya, Menuju NTT Mandiri.”

Menurut Ishak, berbagai kegiatan dalam rangkaian HUT sekolah diarahkan untuk memperkuat literasi, numerasi dan karakter peserta didik. Kegiatan tersebut antara lain Tari Kreasi, Solo Vokal dan Fashion Show.

Di bidang kewirausahaan, SMAN 3 Kupang mengembangkan One Class One Product (OCOP) sebagai turunan dari program OSOP. Melalui program tersebut, siswa menghasilkan berbagai produk pangan dan nonpangan.

Produk pangan yang dikembangkan antara lain olahan daun kelor, ubi-ubian dan jagung manis. Sementara produk nonpangan berupa kerajinan tangan. Produk-produk tersebut kemudian dipasarkan melalui bazar sekolah dan Marketplace OSOP SMANTIG.

“Kami berupaya mendorong berbagai program kerja Pemerintah Provinsi NTT dengan tindakan nyata,” kata Ishak.

Tak hanya di bidang kewirausahaan, sekolah juga menjalankan program SMANTIG Peduli Stunting (SPS). Program yang berkolaborasi dengan Puskesmas Oepoi itu telah mendampingi 10 anak stunting sejak 2024.

SMAN 3 Kupang juga memberikan pendampingan kepada siswa yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, serta TNI/Polri. Persiapan dilakukan melalui kolaborasi dengan orang tua dan berbagai program, termasuk TKA, AKM dan UTBK.

Upaya tersebut turut mengantarkan SMAN 3 Kupang menjadi sekolah dengan peraih kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terbanyak se-NTT.

Selain itu, sekolah melakukan optimalisasi aset yang dimiliki sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dan kami akan terus berupaya mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi NTT,” tegas Ishak.

Dalam kegiatan tersebut, SMAN 3 Kupang juga meluncurkan tiga inovasi pendidikan, yakni Aplikasi Kelasio SMANTIG, Marketplace OSOP, dan Edu Farm/Agroedukasi SMANTIG.

Aplikasi Kelasio SMANTIG dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran, termasuk penyusunan bank soal.

Sementara Marketplace OSOP menjadi wadah pemasaran berbagai produk hasil kreativitas siswa. Adapun Edu Farm/Agroedukasi SMANTIG dikembangkan sebagai ruang pembelajaran berbasis pertanian dan lingkungan.

Melalui Edu Farm, siswa diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan pengalaman langsung di lapangan.

Melki mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan SMAN 3 Kupang. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada peluncuran, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurut dia, pendidikan yang baik harus memberikan ruang bagi siswa untuk mengalami, mencoba, menghasilkan, mengevaluasi dan berinovasi.

“Seperti anakan hortikultura yang kita tanam hari ini, setiap siswa juga adalah benih masa depan. Mereka membutuhkan pendidikan berkualitas, keteladanan dan kesempatan untuk bertumbuh,” ungkap Melki.

Dalam kesempatan tersebut, Melki juga menyampaikan duka cita atas bencana gempa bumi yang berdampak terhadap masyarakat di Flores.

Ia turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua anak NTT yang berpulang saat melaksanakan pengabdian di Tanah Papua.

“Duka mereka adalah duka kita bersama, luka mereka adalah luka kita semua. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana, serta kepada anak-anak kita yang menjadi korban penembakan di Tanah Papua saat melaksanakan tugas,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
L Ng Mbuhang
L