MPLS SNT Kabupaten Kupang Dimulai, Bupati Siapkan Lahan Perluasan Sekolah

AKURAT.CO - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dimulai, Senin (10/8/2026).
Pembukaan MPLS ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Yosef Lede kepada perwakilan siswa di Aula Lantai II Kantor Bupati Kupang.
Bupati Kupang Yosef Lede menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk mendukung perluasan SNT. Lahan itu disiapkan agar kapasitas sekolah dapat ditambah hingga menampung sekitar 2.000 siswa.
Yosef Lede mengatakan, kapasitas SNT yang saat ini disiapkan diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 1.000 siswa. Menurutnya, kapasitas tersebut belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan.
“Kalau hanya ini, saya tidak cukup. Jadi saya minta penambahan,” ujar Yosef dalam sambutannya.
Yosef menjelaskan, pemerintah pusat menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan utama untuk penambahan pembangunan SNT adalah ketersediaan lahan. Karena itu, Pemkab Kupang menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas tambahan. “Pak, butuh apa? Saya butuh tanah untuk bangun tambah. Saya kasih tanah 5 hektare,” kata Yosef.
Dengan tambahan lahan tersebut, pembangunan SNT diharapkan dapat dikembangkan sehingga mampu menampung hingga 2.000 siswa.
Yosef juga menargetkan pembangunan gedung tambahan SNT dapat segera dimulai. Ia berharap peletakan batu pertama dapat dilakukan pada September 2026. “Kita upayakan lagi komunikasi. Kalau bisa bulan depan itu sudah dilakukan peletakan batu pertama,” ujarnya.
Pemkab Kupang, kata Yosef, akan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi pembangunan. Ia bahkan berencana mengundang pejabat pemerintah pusat dalam peletakan batu pertama tersebut.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, sehingga pada tahun depan, fasilitas sekolah termasuk kebutuhan untuk kepala sekolah dan guru, semakin siap.
Selain menyiapkan infrastruktur, Yosef meminta SNT Kabupaten Kupang dibangun sebagai lingkungan pendidikan yang ramah dan menyenangkan bagi siswa.
Ia berpesan kepada para guru agar tidak hanya menjalankan fungsi mengajar, tetapi juga membangun hubungan yang dekat dengan siswa.
“Ingat, ini sekolah yang ramah. Sekolah yang menyenangkan,” kata Yosef.
Menurutnya, guru harus memperlakukan siswa sebagai saudara sekaligus sahabat.
“Melakukan sebagai saudara, sebagai sahabat bagi anak-anak. Saya yakin bahwa ini suatu saat akan menjadi sekolah contoh sekolah begitu yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Yosef berharap konsep tersebut menjadi ciri khas SNT Kabupaten Kupang dan nantinya dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan pendidikan di daerah lain.
Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT Irfan Karim mengatakan, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan SNT Kabupaten Kupang, termasuk selama masa MPLS dan kegiatan belajar mengajar.
Dukungan tersebut antara lain berupa pakaian untuk kegiatan MPLS dan seragam sekolah yang digunakan siswa selama mengikuti pembelajaran.
“Kementerian sangat support untuk MPLS ini, termasuk pengadaan pakaian untuk MPLS dan juga pada saat kegiatan belajar mengajar,” ujar Irfan.
Selain pakaian, siswa SNT juga mendapat perlengkapan belajar berupa laptop. Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop untuk menunjang proses pembelajaran. “Anak-anak sekolah ini benar-benar disiapkan oleh pemerintah pusat. Satu orang siswa mendapat laptop. Tugas mereka ya belajar,” katanya.
Untuk mendukung mobilitas siswa, dua bus juga disiapkan untuk mengantar dan menjemput siswa SMP dan SMA SNT Kabupaten Kupang.
Satu bus disiapkan Pemkab Kupang untuk melayani siswa dari arah timur. Sementara satu bus lainnya disiapkan BPMP NTT untuk siswa yang berasal dari arah barat.
Selain siswa, transportasi juga disiapkan bagi para guru. Guru-guru SNT untuk sementara ditampung di asrama BPMP NTT.
Untuk mobilitas guru dari asrama menuju sekolah, BPMP NTT menyiapkan bus yang telah disewa. Dukungan tersebut diharapkan membantu memastikan proses pembelajaran SNT dapat berjalan sejak awal penyelenggaraan.
MPLS SNT Kabupaten Kupang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026). Kegiatan diikuti siswa SMP dan SMA SNT Kabupaten Kupang.
Pembukaan MPLS dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Kepala BPMP NTT Irfan Karim, para guru SMP dan SMA SNT, Kepala Sekolah, serta sejumlah instansi terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kunjungan ke Kabupaten Kupang, Kapolda dan Wakapolda NTT Tanam Pohon dan Tinjau Penyemaian Bibit Kelor
- 2Resmikan Delapan Titik Sumur Bor, Kapolda NTT Salurkan Bansos kepada Warga Kelurahan Belo
- 3Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU
- 4Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO di Hotel Sasando, Tujuh Mantan Pemandu Lagu Dimintai Keterangan
- 5Kapolda NTT Tekankan Pendampingan Pascagempa, Semangat Belajar Anak-Anak Jadi Perhatian
- 6Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 7Polres Matim Kawal Penyaluran Bantuan PT Trinusa Resources dan CBP Group untuk Warga Terdampak Gempa di Kelurahan Kota Ndora
- 8Warga Kelurahan Belo Rasakan Manfaat Nyata Sumur Bor Bantuan Polda NTT, Pengeluaran Bulanan Air Bersih Anjlok Signifikan
- 9Sengketa Pers Belum Tuntas, Wartawan Sudah Diperiksa Pidana; Kapolda NTT Didesak Copot Kapolres TTU





