Golkar Kupang Mencari Ketua, 'Jerman' Maju, Alberto Dibujuk Mundur

AKURAT.CO - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II partai Golkar kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (PLT) yang tertunda akhir Mei 2026 lalu kini dalam proses persiapan untuk dilanjutkan. Kabarnya agenda itu akan digelar akhir Juli ini.
Dari dinamika dalam partai Golkar Kupang, Musda nanti bukan melanjutkan hasil pendaftaran di Musda sebelumnya yang diikuti Alberto Tatibun, mantan sekretaris Golkar Kupang dan John Oematan, anggota fraksi Golkar provinsi NTT, namun prosesnya diulang dari proses pendaftaran.
Ini tampak dari konsolidasi DPD II Golkar kabupaten Kupang dengan sejumlah pengurus kecamatan, pemilik suara dan dua calon ketua sebelumnya , Alberto Tatibun dan John Oematan di Tarus, Kupang tengah akhir pekan lalu.
Disitu, sejumlah pengurus kecamatan diberikan format dukungan untuk ditandatangani sebagai bukti dukungan kepada Jerry Manafe, pelaksana tugas (PLT) ketua Golkar kabupaten Kupang saat ini.
Informasi dari beberapa ketua Pengurus Golkar Kecamatan, dikesempatan itu ada sekitar 12 pengurus kecamatan yang menandatangani surat dukungan untuk Jerman, sapaan akrab Jerry Manafe menjadi ketua DPD Golkar Kupang periode 2025-2030. Jumlah pemilik suara di Musda Golkar kabupaten sebanyak 29 suara.
"Ada 12 dukungan untuk pak Jerman (Jerry Manafe) dipertemuan itu,"ungkap salah seorang peserta forum kepada acurat.co lewat telepon, Rabu (22/7) lewat telepon.
Saat dihubungi pertelepon, Jerman belum bersedia memberikan pernyataan soal keikutsertaannya sebagai calon ketua di kelanjutan Musda nanti.
Alberto Dibujuk
Ditengah proses kelanjutan Musda itu muncul kabar kalau Alberto Tatibun, mantan sekretaris Golkar kabupaten Kupang telah dihubungi oleh sejumlah figur berpengaruh partai Beringin yang membujuknya untuk mengundurkan diri sebagai calon ketua Golkar kabupaten Kupang.
"Benar, saya dihubungi oleh beberapa orang di Golkar untuk mundur sebagai calon ketua, tapi saya tetap maju,"kata Alberto Tatibun dari balik telepon, Kamis (23/7).
Ia menyebut dua nama yang memiliki posisi penting di partai Golkar yang menghubunginya.
Staf khusus Gabriel Novanto, anggota fraksi Golkar DPRD RI ini merasa ada upaya dari pihak tertentu agar ia tidak menjadi ketua Golkar kabupaten Kupang.
Sebagai kader, Alberto mengatakan ia tetap menghormati proses pemilihan ketua yang tengah berjalan namun ketentuan dalam AD/ART partai dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) Musda Golkar tak boleh diabaikan.
Dalam Musda di hotel Sahid T-More akhir Mei lalu, Alberto mendapat 19 dukungan suara, sementara John Oematan mendapat 10 dukungan suara.
Musda tersebut ditunda usai pendaftaran calon. Alasan pendundaan karena pihak DPP Golkar tak hadir dalam Musda tersebut.
Kabar yang belum terkonfirmasi, upaya penggodokan ulang calon ketua ini dilakukan karena dalam Musda akhir Mei itu, John Oematan yang diinginkan petinggi Golkar tidak bisa diproses lanjut menjadi ketua Golkar kabupaten Kupang karena persoalan dukungan tersebut.
Dari situ, karena Alberto tidak diinginkan oknum petinggi partai menjadi ketua Golkar Kupang periode berikutnya maka cara yang dilakukan adalah menjaring ulang calon ketua dan 'Jerman' dianggap sosok tepat meski kini ia menjabat pelaksana tugas ketua DPD II Golkar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








