Enam Kabupaten di NTT Yang Berpotensi Alami Dampak El Nino Paling Parah

AKURAT.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah melakukan pemetaan terhadap Kabupaten/Kota di wilayah itu yang mengalami dampak El Nino tahun ini.
Dari 22 Kabupaten/Kota yang ada di provinsi NTT, ada enam Kabupaten yang berpotensi mengalami dampak El Nino paling parah yakni kabupaten Lembata, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua.
"Potensi kekeringan paling parah, paling riskan itu Lembata, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, TTS, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua," demikian kepala bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD NTT, Syafrudin Herman, Senin (7/9) di kantornya.
Ia mengatakan semua Kabupaten/Kota di NTT terpapar dampak kekeringan namun kondisi terparah terjadi di enam Kabupaten tersebut.
Itu dipetakan berdasarkan sejumlah indikator metodologi maupun fakta yang terjadi di lapangan.
Ia menyebut data BMKG soal hari tanpa hujan yang lebih dari 21 hari di enam Kabupaten tersebut menjadi indikator 'warning' dampak El Nino bagi daerah-daerah tersebut.
Selain itu ada juga data dan informasi dari balai wilayah sungai dan dinas PUPR soal penurunan debit air, data dari dinas pertanian tentang pengaduan gagal tanam dan gagal panen, dan fakta lapangan soal permintaan air tangki dari masyarakat yang meningkat diikuti harga air yang naik juga merupakan indikator-indikator yang menjadi rujukan pemetaan soal dampak El Nino di daerah-daerah. "Dari indikator-indikator itu menunjukan enam daerah itu punya potensi kekeringan paling parah," katanya.
Dikatakan pihaknya sudah melakukan upaya mitigasi dengan melibatkan sejumlah NGO dan juga bersurat ke masing-masing kabupaten/kota untuk menyikapi situasi ancaman El Nino.
"Saat ini kita jalin mitra dengan NGO Siap Siaga, Indonesia-Australia dan World Food Program, untuk berkolaborasi dalam aksi merespon dini ancaman kekeringan," tambahnya.
Ia mengatakan Kabupaten Lembata telah dijadikan sebagai daerah pilot projec untuk program aksi dini ancaman kekeringan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









