NTT

Fenomena Perampasan Perhiasan Emas di Penfui Timur, Kupang Tengah

Jermi Lau | 9 September 2026, 19:03 WIB
Fenomena Perampasan Perhiasan Emas di Penfui Timur, Kupang Tengah
Kapolsek Kupang Tengah Ipda Theorangga F. A Rohi (kiri) dan Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat (kanan)

AKURAT.CO - Sebulan Belakangan muncul fenomena sosial yang tak biasa di wilayah Matani desa Penfui Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi pencurian dan perampasan perhiasan emas yang dikenakan warga terjadi berentet dalam waktu hampir seminggu. Korbannya ada orang dewasa, ada juga anak usia sekolah dasar sementara pelakunya bukan orang dalam desa itu.

Kejadian terbaru terjadi awal pekan ini. Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Theorangga F. A Rohi, SH.MH didampingi Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, Rabu (9/9) mengatakan seorang siswa kelas 4 SD di wilayah itu nyaris kehilangan sepasang anting yang dikenakan tatkala sedang bermain bersama temannya di lingkungan yang tak jauh dari rumah anak itu.

Seorang perempuan dewasa menghampiri anak itu mengajak ngobrol sambil bertanya soal ada tidak uang koin dulu dan barang antik di rumah anak itu. Saat ngobrol perempuan yang tidak dikenali anak itu memegang-megang anting yang dikenakan anak itu. Salah satu anting berhasil dibuka.

Saat anak itu mengaku ada uang koin dulu di rumahnya, pelaku kemudian mengajak anak itu ke rumahnya untuk melihat barang yang dimaksud.

Dalam perjalanan pelaku berupaya membuka anting yang satunya. Anak itu kemudian berteriak 'pencuri' dan pelaku kabur meninggalkan anak itu.

Kejadian itu kemudian viral di medsos tentang ada upaya penculikan anak. Namun Kapolsek Theorangga memastikan kejadian itu bukan upaya penculikan namun upaya pengambilan perhiasan emas yang dikenakan anak itu. "Bukan upaya penculikan anak seperti yang viral itu, tapi upaya pencurian perhiasan emas yang dipakai anak itu. Itu kita pastikan setelah saya dan anggota turun menemui orang tua dan anak itu di rumah mereka. Kami minta agar orang tua membuat laporan polisi," kata Ipda Theorangga Riwu.

Disampaikan seminggu sebelum kejadian itu ada seorang ibu yang mengalami perampasan emas oleh dua orang yang dikenal. Dalam perjalanan ibu itu kemudian didekati pemotor yang berboncengan dan perhiasan kalung emas yang dikenakan ditarik secara paksa kemudian pelaku kabur. "Seminggu sebelumnya ada kejadian dengan kekerasan karena pelaku menggunakan kendaraan. Ada perempuan dewasa yang pakai perhiasan langsung ditarik paksa dan pelaku langsung pergi, itu kami lagi telusuri," katanya.

Dari kejadian-kejadian itu, ia menghimbau kepada warga di kecamatan Kupang Tengah dan Taebenu yang menjadi wilayah hukum Polsek Kupang Tengah untuk waspada dan berhati-hati jika melihat orang asing atau yang tak dikenal dengan tingkah laku mencurigakan agar segera melapor ke polisi.

Bagi orang tua diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak saat bermain.

Bagi anak-anak dihimbau agar tidak meladeni jika ada orang yang tidak dikenali menghampiri dan mengajak ngobrol atau ceritera. "Kalau ada orang yang tidak dikenal datang, ajak cerita jangan mau dan segera lapor orang tua," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jermi Lau
J
Editor
Jermi Lau