PKM Undana Menyasar Kelompok Prasejahtera Gereja Kristen Sumba di Desa Anaijaka

AKURAT.CO - Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Cendana (Undana) tahun 2026 ini menyasar kelompok pra sejahtera Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Wailolung, Desa Anaijaka, Kecamatan Umbu Ratu Ngay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PKM diberikan bantuan peralatan usaha sekaligus pelatihan keterampilan yang berorientasi pada peluang usaha dan keselamatan kerja. Program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Penyerahan bantuan dan pelatihan itu berlangsung Selasa (28/7/2026).
Ketua Tim Pengabdian, Ir. Ishak S. Limbong, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan, pelatihan pengelasan dipilih setelah tim berdiskusi dengan pengurus GKS Jemaat Wailolung mengenai program yang paling dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan jemaat.
"Hasil diskusi menunjukkan bahwa keterampilan mengelas memiliki peluang ekonomi yang besar dan sejalan dengan upaya gereja dalam meningkatkan kesejahteraan jemaat. Karena itu, kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyerahkan peralatan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk keterbatasan daya listrik dan lokasi," ujarnya.
Dalam program tersebut, Undana menyerahkan satu paket lengkap peralatan kerja, mulai dari mesin las digital IGBT beserta perlengkapannya, gerinda tangan, bor listrik, kompresor pengecatan, hingga berbagai perlengkapan kerja lainnya. Tak kalah penting, peserta juga memperoleh alat pelindung diri (APD) berupa helm las autodark, kacamata kerja, sarung tangan, dan sepatu keselamatan.
Menurut Ishak, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seluruh peserta dibekali pengetahuan mengenai prosedur kerja yang aman agar mampu bekerja secara profesional sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.
Setelah memahami penggunaan peralatan, peserta langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dengan membuat teralis untuk rumah pastori GKS Jemaat Wailolung. Mereka terlibat dalam seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari pengukuran material, pemotongan, pengelasan, perakitan, hingga proses akhir berupa pengecatan.
Pendekatan praktik langsung ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi benar-benar menguasai proses produksi secara utuh sehingga memiliki bekal untuk membuka usaha secara mandiri.
"Kami berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi pelatih bagi jemaat lainnya atau training of trainers. Dengan begitu, keterampilan ini terus berkembang dan mampu melahirkan usaha-usaha baru yang memberikan dampak ekonomi bagi keluarga maupun masyarakat," kata Ishak.
Pentingnya penerapan K3 juga terbukti saat pelatihan berlangsung. Salah satu peserta sempat mengalami insiden lepasnya mata gerinda akibat hentakan putaran tinggi dan arah pemotongan yang kurang tepat. Berkat penggunaan APD secara lengkap serta penerapan prosedur keselamatan yang benar, potensi kecelakaan kerja berhasil dihindari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Bahkan, proses pembuatan teralis dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Peserta dinilai mampu mengoperasikan berbagai peralatan secara mandiri dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
Program ini dipimpin oleh Ir. Ishak S. Limbong bersama Daud Pulo Mangesa, S.T., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Undana, Cristiano Kebu Dala dan Sandy Gale Bangngu.
Pemilihan GKS Jemaat Wailolung sebagai mitra juga bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut merupakan salah satu lokasi prioritas program LP2M Undana di Kabupaten Sumba Tengah. Pihak gereja menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi jemaat.
Ke depan, Undana berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan GKS Jemaat Wailolung agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui perpaduan antara transfer keterampilan, pendampingan, penyediaan peralatan, dan penerapan standar keselamatan kerja, Undana berharap lahir tenaga-tenaga terampil yang mampu membangun usaha mandiri dan memperkuat perekonomian masyarakat di Sumba Tengah.
Program ini menjadi wujud nyata semangat "Undana Berdampak", yakni menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi menghasilkan perubahan nyata melalui peningkatan keterampilan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. (han)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Polda NTT Lidik Kawasan Pabrik Roti Beta di Manulai I Kupang barat
- 2Efek Sensus Ternak Disnak Kabupaten Kupang 2026 Dimata Pedagang Sapi
- 3Polres Kupang Akan Minta Keterangan Pihak BIN dan TNI AD, Dalam Kasus Penipuan Bermodus Anggota BIN
- 4Ketika Sindikat Pencurian Ternak di Sumba Barat Diungkap Polisi
- 5Kawasan Hutan di Kateri Malaka - NTT Terbakar
- 6Lawatan Polda NTT ke Rumah Duka Korban Penembakan di Sumba Barat
- 7Waspada Kecepatan Angin dan Tinggi Gelombang di Perairan NTT Tiga Hari Kedepan
- 8Waspada Kecepatan Angin dan Tinggi Gelombang di Perairan NTT Tiga Hari Kedepan
- 9Lawatan Polda NTT ke Rumah Duka Korban Penembakan di Sumba Barat




