NTT

Pendistribusian Material Pekerjaan 4 Jembatan Rusak di Kupang Dilakukan TNI - AD

Jermi Lau | 2 Agustus 2026, 14:12 WIB
Pendistribusian Material Pekerjaan 4 Jembatan Rusak di Kupang Dilakukan TNI - AD
Proses bongkar muat material jembatan oleh TNI AD di Pelabuhan Tenau Kupang

AKURAT.CO - Pemerintah pusat tengah memperbaiki fisik empat jembatan di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rusak parah diterjang banjir beberapa tahun lalu dab mengganggu kelancaran tranportasi darat dari Kupang menuju Amfoang, wilayah kabupaten Kupang.

Empat jembatan itu yakni Jembatan Termanu sepanjang 62 meter dan Jembatan Kapsali sepanjang 60 meter di wilayah Amfoang serta Jembatan Bipolo kecamatan Sulamu dan jembatan Nunpisa kecamatan Kupang timur yang masing-masing sepanjang 30 meter.

Minggu (2/8) siang terpantau acurat.co, aktifitas bongkar muat material konstruksi jembatan dan alat berat dari Kapal ADRI LIII berlangsung di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang.

Aktifitas tersebut dilakukan sejumlah anggota TNI-AD dari Korem 161/Wira Sakti Kupang yang dipantau langsung Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/Wira Sakti Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam bersama Komandan Satgas Pembangunan Jembatan, Letkol Czi Nurul Hilal Samawi, S.Hub.Int., serta Komandan Kapal ADRI LIII Letkol Cba Humitar Siagian, S.SiT., M.Tr.Mil.

Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam mengatakan pembangunan empat jembatan tersebut merupakan upaya meningkatkan konektivitas di wilayah Amfoang.

Berdasarkan hasil asesmen awal, pekerjaan masih membutuhkan tambahan alat berat dan material konstruksi.

"Setelah dilakukan asesmen awal, ternyata masih banyak kebutuhan, baik alat berat maupun material. Karena itu Kapal ADRI LIII membawa bantuan berupa alat berat dan material yang diperlukan untuk pembangunan jembatan di Amfoang," kata Albertus.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan tersebut.

"Kami sangat berbahagia atas bantuan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat yang memaksimalkan dukungan bagi pekerjaan pembangunan jembatan di Amfoang. Kami menargetkan pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu dan pada awal Desember 2026 seluruh jembatan sudah dapat dirampungkan," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satgas Pembangunan Jembatan Letkol Czi Nurul Hilal Samawi menjelaskan material yang dibongkar didominasi besi konstruksi sebagai komponen utama badan jembatan, termasuk H-Beam 600, H-Beam 300, baut, angkur, dan lantai jembatan.

Selain material, Kapal ADRI LIII juga mengangkut tiga unit dozer yang akan mendukung pekerjaan di lapangan.

"Untuk alat berat terdapat tiga dozer. Dua unit direncanakan dikirim hari ini dan satu unit lainnya akan menyusul besok," katanya.

Material akan dikirim secara bertahap menuju lokasi pembangunan di Termanu dan Kapsali. Distribusi dilakukan berdasarkan prioritas pekerjaan agar setiap tahapan konstruksi tidak mengalami keterlambatan.

"Pengiriman material kita sesuaikan dengan prioritas dan tahapan pekerjaan. Lahan sudah disiapkan, kemudian besi akan dipotong dan dipabrikasi sesuai kebutuhan sebelum dipasang. Dengan pola itu setiap tahapan pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal," ujar Nurul Hilal.

Ia mengungkapkan proses distribusi menuju lokasi membutuhkan waktu cukup panjang. Pengangkutan material besi dari Kupang menuju lokasi memakan waktu sekitar 12 jam, namun kendaraan akan terus beroperasi secara bergantian sehingga distribusi tidak terputus.

Menurutnya, apabila tidak ada kendala, seluruh pengiriman material ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu minggu.

Nurul Hilal mengatakan sejumlah pekerjaan awal telah dilakukan di lokasi, antara lain mitigasi dan pengalihan aliran sungai di Kapsali maupun Termanu. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan fondasi jembatan.

Selain itu, pembersihan lokasi juga telah diselesaikan sehingga pekerjaan konstruksi dapat segera memasuki tahap berikutnya.

Material baja seluruhnya didatangkan dari Jakarta, sedangkan material alam seperti batu dan pasir akan memanfaatkan sumber daya lokal.

TNI AD juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna memastikan ketersediaan material lokal selama pembangunan berlangsung.

Seluruh proyek ditargetkan rampung pada awal Desember 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Komandan Kapal ADRI LIII Letkol Cba Humitar Siagian mengatakan kapal yang mengangkut material menempuh pelayaran selama lima hari dari Jakarta menuju Kupang.

"Material yang kami bawa menempuh perjalanan selama lima hari. Setelah tiba di Kupang, proses bongkar muat dilakukan terlebih dahulu di Pelabuhan Bolok sebelum dilanjutkan di Pelabuhan Tenau," ujarnya.

Ia menjelaskan proses bongkar muat dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan ketersediaan dermaga dan seluruh kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan satuan pelaksana pembangunan di lapangan. (han)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jermi Lau
J
Editor
Jermi Lau